Pertimbangkan Ini saat Memilih Tanah untuk Bangun Rumah

memilih-tanah-untuk-bangun-rumahMemiliki rumah dengan cara membangun memang lebih rumit dibanding membeli rumah indent (rumah yang bisa langsung dibangun ketika telah bayar DP), rumah jadi, atau rumah seken. Namun memang hasilnya lebih sesuai dengan kebutuhan & keinginan mulai dari tata letak ruang, konsep rumah, sampai dengan jenis material bangunan yang digunakan. Memilih tanah menjadi langkah awal sebelum pembangunan rumah dilakukan. Berikut ini beberapa hal yang penting dipertimbangkan untuk menemukan tanah yang tepat:

Lokasi

Lokasi tak boleh luput dari perhatian ketika akan membeli tanah untuk bangun rumah. Sebab, lokasi tanah yang tepat akan menunjang aktivitas sekaligus memberikan kenyamanan di kemudian hari. Berikut ini kriteria tanah yang patut diperhitungkan:

  • Pinggir jalan. Tidak hanya mempermudah akses berbagai fasilitas umum, tetapi juga tanah di pinggir jalan yang akan dibangun rumah bisa sekaligus dimanfaatkan untuk berbisnis sebagai upaya untuk menambah penghasilan. Di samping itu, rumah yang dibangun pada tanah di pinggir jalan pun bisa dijual dengan harga yang tinggi.
  • Dekat dengan pusat kesehatan, belanja, atau sekolah. Kalau terjadi hal-hal darurat, bisa menghemat waktu menuju pusat kesehatan. Tidak perlu menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan biaya ke pusat belanja untuk memenuhi segala kebutuhan. Anak-anak tidak takut terlambat jika rumah berada tidak jauh dari sekolah.
  • Jauh dari selokan besar atau sungai. Tanah yang akan dibangun rumah yang dekat dengan selokan besar atau sungai akan sangat rawan banjir, terlebih saat musim penghujan. Untuk mencegah rumah yang telah dibangun terendam banjir, pilih tanah yang jauh dari selokan besar atau sungai.

Ukuran

Selain lokasi, ukuran tanah yang ditawarkan penjual juga penting dipertimbangkan. Dalam hal ini, Anda bisa menjadikan hal-hal ini sebagai panduan dalam menemukan ukuran tanah yang tepat:

  • Jumlah anggota keluarga. Kalau masih berpotensi untuk tambah anggota keluarga, artinya patut bangun rumah type 45, 54, atau lainnya. Kondisi ini mengharuskan untuk membeli tanah setidaknya berukuran 8 x 12 m untuk type 45 dan 7 x 15 m untuk type 54.
  • Anggaran yang ditetapkan. Kalau memang anggaran hanya cukup untuk membeli tanah berukuran kecil, jangan paksakan diri untuk membeli tanah berukuran besar. Jangan sampai dana sudah kehabisan sebelum pembangunan rumah dilakukan. Untuk memperbesar rumah, bisa disiasati dengan membuat rumah tingkat.

Tekstur

Kekuatan rumah nantinya bukan hanya didukung oleh material bangunan yang berkualitas saja melainkan juga karena tekstur tanah yang kuat. Makanya, pastikan mengetahui tekstur tanah sebelum membeli tanah tersebut. Apabila bekas rawa, sebaiknya pilih tanah yang lain karena bakal tidak kuat menahan beban rumah. Kalau bisa pun, membutuhkan biaya lagi untuk mengeruk & menimbun lahan tersebut dengan tanah keras serta membutuhkan waktu lama untuk memastikan tanah benar-benar kuat. Sebaiknya pilih tanah dengan tekstur yang keras tapi tidak berbatu agar dapat menahan bobot bangunan.

Legalitas

Selain memperhitungkan lokasi, ukuran, dan tekstur tanah, legalitas tanah juga tak boleh luput dari perhatian. Jika tidak, bisa menjadi awal bencana. Makanya, ketahui siapa pemilik berikut kelengkapan surat akte atau sertifikat tanah yang akan dibeli. Untuk mengecek kelegalan  sertifikat tanah, bisa mencocokkan sertifikat dengan arsip di BPN. Kalau ada berarti sertifikat dikatakan legal. Namun, setelahnya harus mencocokkan data di lapangan seperti halnya posisi tanah, ukuran tanah, dan lain sebagainya. Tak kalah penting, pastikan tanah yang akan dibeli bukan tanah sengketa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *